Rabu, 09 April 2014

KESEMPATAN YANG HILANG




“Ada sejuta kesempatan kedua yang diberikan kepada manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Namun, akan menjadi sia-sia jika tidak mengambilnya.”
(Anonim)


Salah seorang sahabat Santo Thomas More adalah penjudi. Santo Thomas More selalu menasihatinya supaya menghentikan cara hidup yang demikian dan berbalik kepada Tuhan. “Saya akan melakukannya di saat terakhir hidup saya,” itulah jawabannya.
“Tapi, bagaimana jika kamu tiba-tiba meninggal dan tidak ada waktu untuk bertobat?”
“Itu bukanlah masalah sulit. Keberuntungan selalu ada di pihak saya. Jika hal itu terjadi, ada tiga kata yang bisa menyelamatkan saya. Saya setidaknya memiliki waktu untuk berkata, ‘Tuhan, ampunilah saya’, dan saya akan diampuni.”

Suatu hari, mereka berdua menunggang kuda pulang ke rumah. Tiba-tiba, ketika menyebrangi jembatan, kuda-kuda mereka menjadi liar tak terkendalikan. Kuda penjudi itu melonjak dan melemparkannya hingga jatuh dan kepalanya pecah terkena batu. Ketika menarik nafas, ia merasa masih ada waktu untuk mengucapkan tiga kata, “Sungguh Setan Sial!”, dia berteriak dan kemudian meninggal.

Si penjudi diberi peluang untuk berubah selama berkali-kali, namun mengabaikannya. Sampai akhirnya semuanya terlambat. Bila mau jujur, ada begitu banyak kesempatan yang telah Tuhan berikan bagi kita. Kesempatan untuk mengubah nasib dan kehidupan pribadi. Tapi bagaimana respon kita? Sudahkah kita menanggapinya dengan cepat dan tepat? Atau kita malah mengulur-ulur waktu dan berkata “nanti dan nanti”?


Bila saat ini Tuhan masih memberi nafas hidup, itu berarti kesempatan kesekian, yang kita dapatkan. Ambil peluang itu dan jalani kehidupan seperti yang benar-benar Tuhan mau...

Baca: GAGASAN TANPA BATAS





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan