Selasa, 04 April 2017

TRAINING MOTIVASI MEMBAKAR SEMANGAT KARYAWAN




Training Motivasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan ibarat proses pengisian bahan bakar pada mesin kendaraan atau tenaga listrik pada baterai gadget. Motivasi dibutuhkan untuk membuat individu lebih semangat dan terus memiliki semangat dalam berusaha untuk meraih prestasi.
Jika para karyawan atau Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan memiliki tingkat semangat yang tinggi, tentu perusahaan jugalah yang akan memetik hasil positifnya. Setiap tugas dapat dijalankan dengan optimal sehingga terjadi peningkatan signifikan di segala aspek operasional perusahaan, termasuk peningkatan bisnis perusahaan. Kualitas SDM menjadi pondasi penting dalam pembangunan sebuah bisnis. Banyak perusahaan yang mampu maju dan berkembang dengan baik karena dimodali dengan mutu orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Baca: TRAINING BERDAMPAK POSITIF BAGI PERUSAHAAN

Namun, pemilik atau manager perusahaan tidak hanya harus memikirkan bagaimana merekrut tenaga-tenaga andal, tetapi juga langkah dasar berikutnya. Seperti pada diri seseorang pada umumnya, para karyawan juga dapat mengalami titik jenuh dalam bekerja, dan hal ini akan sangat berdampak negatif pada kinerja mereka. Training motivasi dapat menjadi jembatan untuk membuka jalan bagi setiap karyawan untuk mendapatkan kembali semangat kerja mereka.
Baca: POSITIVE MENTAL ATTITUDE BUILDING

Banyak faktor yang membuat mereka merasa jenuh dan lelah, sehingga kurang antusias dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, apalagi kalau itu sudah merupakan rutinitas. Rasa bosan sangat wajar timbul setelah mereka menghabiskan waktu selama minimal 8 jam sehari dan 5-6 hari seminggu melakukan perkerjaan yang sama. Manajemen harus peka terhadap situasi ini sehingga segera dapat melakukan terobosan dengan mengadakan pelatihan khusus terutama yang membahas tentang motivasi.
Baca: CARA MENGATASI KEJENUHAN

Motivasi merupakan kata yang kompleks karena mencakup tiga tahap proses yang berkelanjutan yaitu memulai, panduan, dan memelihara perilaku SDM yang berorientasi pada tujuan. Dengan modal motivasi, seseorang seolah mendapatkan kekuatan baru untuk bertindak lebih baik untuk mendapatkan kepuasan, pengetahuan, dan keterampilan kerjanya. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi timbulnya motivasi yang meliputi kekuatan biologis, emosional, kognitif dan sosial.
Baca: TRAINING SDM PERUSAHAAN


Ada tiga elemen penting dalam motivasi:
    1.   Aktivasi – melibatkan keputusan untuk memulai perilaku.
    2.   Ketekunan – usaha berkelanjutan untuk mencapai tujuan walaupun ada hambatan.
    3.   Intensitas – dapat dilihat pada konsentrasi dan semangat diri dalam mengejar keinginan tersebut.

Motivasi dapat tumbuh dengan sendirinya yang disebabkan oleh beberapa faktor internal seseorang seperti ambisi, kepercayaan diri, impian dan pembuktian diri. Namun, tidak semua orang memiliki faktor-faktor tersebut, sehingga dibutuhkan dukungan dari pihak luar agar motivasi dapat tumbuh sesuai yang diharapkan.
Baca: CARA BEKERJA DENGAN BAIK


Itulah kenapa perusahaan perlu mengadakan training motivasi yang akan bermanfaat untuk:
    1.   Memberikan keberanian positif pada diri karyawan, seperti berani bersaing, mengutarakan pendapat dan mengubah kebiasaan buruk pada dirinya.
    2.   Mendapatkan cara untuk menciptakan hal baru di lingkungan kerja sehingga dapat menghilangkan rasa penat dan bosan selama bekerja.
    3.   Membantu menciptakan suasana kerja yang enerjik dan dinamis, dimana manfaat ini biasanya baru akan dirasakan seminggu setelah pelatihan.
    4.   Memberikan kiat-kiat jitu untuk mengatasi kegagalan, sehingga karyawan akan lebih siap dan tidak mudah putus asa saat mengalami hal tersebut.


Efektivitas training motivasi sangat bergantung pada banyak aspek.
Salah satunya kebutuhan motivasi setiap individu dan tingkat kebutuhan itu sendiri. Oleh karena itu, perusahaan harus bijak dalam memilih jenis pelatihan yang akan diselenggarakan. Akan lebih baik apabila dilakukan konsultasi secara mendalam dengan jasa penyedia training yang andal dan terpercaya, yang memberikan hasil evaluasi training.
Sebaiknya, training motivasi diselenggarakan setahun sekali. Selain menggunakan pelayanan professional yang berkualitas, proses training tersebut juga harus dimonitor agar terlihat efektivitasnya terhadap perkembangan operasional perusahaan.

Ada empat dasar yang digunakan untuk mengukur hal tersebut yaitu penilaian kinerja karyawan sebelum training, monitoring pelaksanaan program training, monitoring efektivitas training, dan pencatatan di lembar penilaian. Agar karyawan mau terlibat secara aktif dan penuh antusias, maka perusahaan harus jeli dalam memilih jenis pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan SDM-nya.
Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Tidak ada komentar: